Implementasi Aplikasi Mobile untuk Memfasilitasi Ujian Online

Saat ini teknologi informasi telah banyak memberi manfaat bagi manusia dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan tertentu, salah satunya adalah pemanfaatan teknologi informasi pada sistem ujian yang telah mengubah sistem manual menjadi sistem yang lebih praktis yaitu bentuk sistem ujian secara online. Ujian online dapat menghemat pengeluaran biaya untuk mencetak soal dan lembar-lembar jawaban secara manual. Ujian online sendiri sudah banyak dimanfaatkan di Indonesia, namun kebanyakan sistem ujian online yang digunakan adalah sistem ujian CBT (Computer Based Test) dimana dari sisi efektifitas sumber daya yang digunakan, sistem CBT ini dinilai masih kurang baik karena membutuhkan infrastruktur komputer yang kompleks.

Penelitian ini dilakukan untuk membangun suatu sistem ujian online sebagai upaya untuk memberikan alternatif dari sistem ujian yang sudah ada yaitu sistem ujian manual dan sistem ujian online CBT dengan memanfaatkan platform mobile (Android) dan teknologi Microsoft Form serta berusaha membangun sistem yang lebih efektif dan efisien. Pengujian sistem melalui Black Box Testing menunjukkan bahwa aplikasi ujian yang dibangun pada penelitian ini sudah sesuai dengan yang diharapkan, kemudian TAM (Technology Acceptance Model) memberikan hasil bahwa aplikasi ujian yang dikembangkan memiliki tingkat penerimaan pengguna yang sangat baik.

 Awal Permasalahan

Ujian online adalah proses pelaksanaan ujian yang memanfaatkan jaringan internet melalui perangkat komputer. Ujian online sudah mulai banyak dimanfaatkan oleh berbagai macam lembaga pendidikan, ujian yang dilakukan umumnya menggunakan perangkat komputer desktop atau CBT (Computer Based Test). Namun pada prakteknya, pelaksanaan sistem ujian CBT tersebut melibatkan perancangan infrastruktur jaringan yang cukup kompleks dan kebutuhan sumber daya komputer yang besar. Pelaksanaan sistem CBT juga membutuhkan adanya ruangan khusus untuk menampung infrastruktur tersebut, sehingga belum semua institusi dapat melaksanakan sistem ujian CBT karena masih harus memenuhi tuntutan insfrastruktur minimal untuk pelaksanaannya. Hal itu dapat diatasi dengan alternatif sistem ujian online lainnya, yaitu sistem ujian online menggunakan perangkat mobile atau biasa disebut dengan MBT (Mobile Based Test) dan akan lebih optimal lagi apabila pelaksanaan MBT tersebut dibarengi dengan konsep BYOD (Bring Your Own Device) yaitu sistem ujian MBT yang menggunakan perangkat pribadi dari peserta ujian. Sistem ujian MBT dengan konsep BYOD ini sudah terbukti tepat dan dapat diimplementasikan pada sistem ujian online namun dengan beberapa hal yang harus dipertimbangkan, diantaranya adalah koneksi internet yang ada, perangkat ujian yang digunakan, proses pelaksanaan ujian, literasi digital dan kesiapan peserta ujian untuk menggunakan aplikasi ujian. Oleh karena itu, pengembangan aplikasi ini berusaha mengatasi kelemahan dari sistem ujian yang sudah ada dengan cara memberikan alternatif bagi sistem ujian manual dan sistem ujian online CBT melalui pengembangan sistem ujian MBT (Mobile Based Test).

Pengembangan Aplikasi

Metode pengembangan aplikasi yang digunakan adalah metode Extreme programming. Berikut merupakan gambaran pembuatan aplikasi ujian online mobile menggunakan metode XP (Extreme Programming) :

Dibawah Ini merupakan diagram alir dari aplikasi :

Hasil Pengembangan dan Pengujian Sistem

Aplikasi yang dibangun pada penelitian ini dinamakan aplikasi Examinaphone. Fitur utama pada aplikasi ini adalah fitur scan QR-Code dan fitur screen pinning. Pada Gambar dibawah ini merupakan halaman utama dari Aplikasi Examinaphone.

Di bawah ini merupakan tampilan halaman scan ujian

Gambar dibawah ini merupakan tampilan halaman soal ujian pada saat pertama kali masuk

Hasil Pengujian Aplikasi

  1. Hasil Pengujian Black Box : Pengujian Black Box Testing dilakukan untuk mengetahui hasil fungsional dari aplikasi yang sudah dibangun. Hasil pengujian Black Box Testing menunjukkan bahwa semua fungsi berdasarkan test skrip yang dilakukan telah memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan tanpa adanya error atau kesalahan yang terjadi.
  2. Hasil Pengujian Technology Acceptance Model : Pengujian TAM dilakukan untuk mengetahui tingkat penerimaan pengguna terhadap aplikasi Examinaphone serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan tersebut. Hasil uji TAM dijelaskan sebagai berikut :
  • Analisis Deskriptif

Diketahui bahwa rata-rata nilai yang diperoleh pada variabel PU (Perceived Usefulness) sebesar 4,5067, variabel PEU (Perceived Ease of Use) memiliki nilai 4,5000 dan variabel IU (Intention to Use) bernilai 4,4333. Dari hasil tersebut, dapat dideskripsikan bahwa tingkat penerimaan aplikasi Examinaphone adalah sangat baik.

  • Analisis Regresi

Berdasarkan tabel 2 nilai F hitung yang diperoleh adalah 14,574 untuk itu nilai F hitung lebih besar dari F tabel yang memiliki nilai sebesar 4,20. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel PEU memiliki pengaruh yang signifikan  terhadap variabel PU.

Nilai F tabel sebesar 3,35. Dari tabel 3 hasil F hitung diperoleh sebesar 13,285 yang artinya F hitung lebih besar dari F tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel PU dan PEU secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel IU.

Hasil uji t yang diperoleh pada variabel X1 (PEU) sebesar 1,445 dan pada variabel X2 (PU) sebesar 3,167. Hasil t tabel yang diperoleh adalah 2,06183. Dari hasil analisis tersebut dapat diketahui bahwa variabel X2 (PU) memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap variabel IU, sedangkan variabel X1 (PEU) tidak memiliki pengaruh secara langsung terhadap variabel IU.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem

Apabila dibandingkan dengan sistem ujian yang sudah ada, sistem ujian yang dibangun pada penelitian ini memiliki beberapa kelebihan maupun kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Hal tersebut dijelaskan sebagai berikut

  1. Kelebihan aplikasi :
  • Hemat biaya ujian.
  • Tidak perlu maintenance server karena menggunakan teknologi cloud (Microsoft Form).
  • Tidak membutuhkan instalasi jaringan komputer.
  • Tidak membutuhkan listrik selama pelaksanaan ujian.
  • Penggunaan aplikasi ujian yang fleksibel dan tidak terbatas lokasi ujian.
  • Rekapitulasi nilai ujian secara otomatis.
  • Soal dan jenis jawaban ujian lebih bervariatif dengan menggunakan fitur dari Microsoft Form.
  1. Kekurangan aplikasi :
  • Fitur Screen pinning belum optimal karena masih harus melalui user prompt untuk mengaktifkan fitur tersebut. (belum otomatis).
  • Aplikasi memiliki batasan Android 6.0, sehingga untuk versi dibawahnya akan tidak compatible, karena itu tidak semua model smartphone akan terjamin dapat menggunakan aplikasi ini untuk ujian.
  • Belum memiliki fitur navigasi soal.
  • Belum memiliki fitur pemberitahuan sisa waktu ujian.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *