Test Case Generation di Dunia Pemrograman

Perangkat Lunak

Software saat ini berbeda dengan software satu putaran yang lalu. Jika perangkat lunak di masa lalu hanya terdiri dari satu modul tunggal, saat ini perangkat lunak terdiri dari beberapa modul yang terkait dan rumit. Solusi berbasis objek tidak cukup membuat perangkat lunak yang berkualitas, pengujian yang intens menyediakan perangkat lunak yang memungkinkan dan keberlanjutan yang sesuai. Saran yang umum dilakukan untuk menjamin suatu kode pelaksanaan dengan baik adalah dengan melakukan pengujian unit. Unit pengujian merupakan pengujian yang disetujui pada kerangka pengujian unit pendukung. Berita menyetujui, seluruh lingkungan pengembangan terintegrasi (IDE) memiliki dukungan dengan kerangka pengujian unit sendiri.

Unit Testing Saat ini

Unit testing saat ini sudah berkembang pesat dan melekat pada IDE. Pengembang dapat memilih kerangka kerja yang digunakan untuk melakukan pengujian unit. Beberapa IDE memiliki fitur yang menarik seperti:

  • mendukung pembuatan secara otomatis mendukung unit test berdasar aplikasi aplikasi yang ada
  • mendukung pengujian otomatis pada saat terjadi perubahan

Namun demikian, banyak pengembang yang masih kesulitan menerapkan unit pengujian dalam aplikasinya karena.

  • pengujian unit perlu waktu menyusun aplikasi
  • Merencanakan pengujian unit yang tidak tepat akan menghasilkan pengujian yang tidak sesuai dengan persetujuan pengujian fungsional

Berdasar pada persyaratan ini diperlukan suatu solusi untuk menjamin perlu unit pengujian dapat dikembangkan dengan otomatis dan memiliki makna yang sesuai dengan fungsi yang disiapkan. Pada studi kasus ini diusulkan pembuat generator uji

Bagaimana Unit Test Code Generator Bekerja

Test case generator adalah solusi terbaik untuk memecahkan kode unit test otomatis berdasar pada algoritme yang dapat disiapkan. Unit Test Code Generator (UTCG) sangat cocok untuk digunakan bagi pengembang yang memerlukan kode uji unit dengan menggunakan fitur driven development (FDD). FDD adalah bantuan yang berfokus pada pengembangan aplikasi berbasis fitur. Dengan kata lain setelah spesifikasi disiapkan maka pengguna mengembangkan kode implementasi. Berbeda dengan tes driven development yang mengembangkan kode skeleton – unit test – melengkapi kode – unit test. Maka FDDelesaikan proses kode implementasi – unit test. Berikut adalah bagaimana UTCG bekerja.

  • Pengembang melakukan pengembangan kode dan fungsiinya
  • Tes unit kerja (IDE)
  • Pengembang menyetujui UTCG
  • Aplikasi (IDE) akan melakukan kode dengan melihat algoritme kode yang dilakukan. Klasifikasi kode yang akan dikembangkan adalah
    • Algoritme kode
    • Kode akses ke basis data
    • Kode akses ke API pihak ketiga
  • Aplikasi (IDE) akan mewujudkan beberapa kode yaitu
    • Menentukan model asersi yang digunakan (Assert, Compare, dan sebagainya)
    • Membangkitkan kode mockup yang dibutuhkan
    • Memanggil metode yang diperlukan berdasar fungsi yang digunakan
  • Pengembang melakukan review terhadao hasil UTCG

Dengan adanya UTCG diharapkan pengembangan dapat terbantu dan lebih produktif dalam mengembangkan tes unit.

Editor

Ridi Ferdiana

Peneliti

Novi Setiani

Tahun

2020

Tautan Publikasi

Sedang ditinjau

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *