• UGM
  • IT Center
Universitas Gadjah Mada Cloud Experience Research Group
Department of Electrical Engineering & Information Technology
Faculty of Engineering Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Roadmap
  • Researches Area
    • Modern Enterprise and Software Engineering Methodology (MESEM)
    • Technology Enhanced Learning and Optimization (TELO)
    • Cloud Adoption and Cognitive Application (CACA)
  • Articles
  • Videos
  • Researcher
  • Home
  • Articles

Efek Video Game di Masa Pandemi

  • Articles
  • 27 March 2021, 20.30
  • By : ridi
ilustrasi video game

Video Game – Sektor Hiburan Terkuat di Masa Pandemi

Suasana school from home dan mobilitas terbatas mendorong masyarakat untuk melakukan kegiatan di dalam rumah. Bersekolah, beribadah, dan tentu saja bermain di dalam rumah.  Salah satu permainan yang menarik adalah permainan video game. Video game adalah permainan berbasis visual menggunakan komputer grafis dan antarmuka komputer seperti keyboard, game controller, atau bahkan sensor natural seperti Kinect.

Permainan video game di era pandemi meningkat sebesar 6% (40 juta unit) untuk pembelian Console seperti Xbox atau PlayStation. Sementara, pembelian TV juga meningkat sebesar 1%. Dengan kata lain, segmen Video Game semakin kuat, belum lagi mobile gaming yang meningkat 50% dibanding sebelum pandemi.

Sebagai sektor yang menggeser keberadaan bioskop dan film yang menurun penghasilannya, Video Game semakin luas dimainkan karena memberikan pengalaman interaktif dan visual yang menawan. Namun, dibalik kesuksesan video game terdapat pengaruh yang perlu dipahami dan dikaji yakni pengaruh kesehatan dan pengaruh kecanduan.

Seberapa Sehat Bermain Video Game

Video game bukanlah kegiatan yang sehat secara kasat mata. Gerakan tubuh yang terbatas dan Visual yang begitu kaya mengakibatkan kesehatan bukanlah hal yang menjadi prioritas dalam video game. Memang pada masa lalu, kita diperkenalkan berbagai video game yang menyehatkan sebut saja Kinect untuk berolah raga, atau Wii Controller untuk bermain tenis virtual. Masa-masa tersebut ternyata mudah berlalu, segmen pecinta video game lebih menyukai game yang dapat dimainkan di ruang terbatas bahkan sembari rebahan. Semakin lengkaplah para pemain game menjadi kurang gerak. Namun demikian, pada satu titik yang wajar, Video game sebenarnya membantu mengajarkan koordinasi (semisal menggerakkan steering wheel, pedal, dan transmisi pada e-Sport Racing), mengajarkan kita untuk mengingat sebuah gerakan kontrol (semisal jurus dalam Street Fighter), hingga mengingatkan kita untuk berstrategi. Kesimpulannya

Video game saat ini ‘sehat untuk otak’ tetapi belum tentu ‘sehat untuk fisik’

Kesehatan fisik yang umum terganggu dari video game adalah kurangnya gerak dan gangguan visual seperti kelelahan mata, hingga seizure (pusing yang begitu hebat akibat pergerakan yang cepat)

Cloud Experience telah melakukan beberapa penelitian seperti

  • Development and evaluation of a low cost music based exergame using microsoft kinect | IEEE Conference Publication | IEEE Xplore.
  • Video game seizure rating: A qualitative approach to measure photosensitive seizures on a video game | IEEE Conference Publication | IEEE Xplore

Seberapa Besar Pengaruh Adiksi di Video Game

Lalu bagaimana kecanduan video game? kecanduan video game adalah masalah yang sama seriusnya dengan kesehatan. Adiksi yang berlebihan mengakibatkan isu di kesehatan bahkan hingga menyebabkan kematian ketika orang bermain video game berlebihan. Sebagai contoh terdapat seseorang yang meninggal akibat bermain video game selama 22 hari.

Steve Rose memaparkan mengapa video game menjadi sesuatu yang membuat adiksi. Setidaknya terdapat beberapa alasan seperti

  • Video Game memberikan rasa bebas. Video Game open world seperti Final Fantasy atau yang lain memberikan sensasi aktivitas yang bebas. Kebebasan ini menjadi pemicu seseorang tetap berlama-lama di video game karena di video game mereka merasa bebas. Video game juga memberi identitas baru jika disandingkan kehidupan nyatanya.
  • Video game memberikan sebuah makna. Video game memberi makna dengan berbagai dorongan seperti leveling, pengembangan karakter virtual, hingga prestasi seperti e-Sport. Hal ini mengakibatkan pemain semakin rajin untuk meningkatkan ‘makna’ dengan bermain video game bahkan terhanyut dalam kondisi yang disebut ‘flow state’
  • Video game memberikan ‘perasaan terhubung’ dengan lingkungan virtual yang disajikan oleh video game. Sebut saja kesenangan bermain bersama dengan sesama pemain daring, kesukaan terhadap karakter yang menginspirasi, hingga merasakan ‘isolasi’ yang nyaman dalam lingkungan yang tak nyata.

Ketiga hal tersebut berpotensi menghadirkan suatu istilah yang dikenal dengan gaming disorder, sebuah kondisi ketika bermain video game mengakibatkan kehidupan nyatanya menjadi tidak tertata seperti malas belajar, malas bekerja, hingga malas hidup di dunia nyata. Ya, mirip seperti film Player One  . Jadi bagaimana mengatasi sebuah adiksi video game? kita akan membahasnya di pos lainnya.

 

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Related Posts

Masa Depan HPC di Era Quantum Computing dan AI

Articles Wednesday, 29 April 2026

Latar Belakang

High-Performance Computing (HPC) adalah penggunaan superkomputer dan kluster komputer untuk menyelesaikan masalah komputasi kompleks di bidang sains, teknik, dan matematika.

Memahami Bagaimana Keterbacaan Kode di Mata AI

Articles Wednesday, 29 April 2026

Latar Belakang

Code search adalah kemampuan kritis dalam pengembangan perangkat lunak modern yang mendukung penggunaan ulang kode, pemahaman, dan pemeliharaan sistem. Metode pencarian berbasis leksikal seperti BM25 telah terbukti menjadi baseline yang kuat dalam berbagai tugas code search.

Kapan Kerja Sendiri dan Kapan Kerja Bersama Kajian Pair Programming di Dunia Global

Articles Wednesday, 29 April 2026

Latar Belakang 

Pair programming adalah salah satu praktik dalam Extreme Programming (XP) di mana dua orang berkolaborasi menulis kode menggunakan satu layar dan satu keyboard.

Memahami Gap Penerapan AI di Dunia Pendidikan

Articles Wednesday, 29 April 2026

Latar Belakang dan Motivasi 

Penyebaran AI yang pesat di berbagai sektor, termasuk pendidikan, menggeser kompetensi yang dibutuhkan siswa secara fundamental.

Universitas Gadjah Mada

CLOUD EXPERIENCE RESEARCH GROUP

Department of Electrical Engineering & Information Technology

Faculty of Engineering 

Universitas Gadjah Mada

 

Jl. Grafika No.2 Sinduadi, Mlati, Sleman

Daerah Istimewa Yogyakarta 55281, Indonesia

+ 62 123 456 789

cloudex@yeah.com

© Universitas Gadjah Mada