• UGM
  • IT Center
Universitas Gadjah Mada Cloud Experience Research Group
Department of Electrical Engineering & Information Technology
Faculty of Engineering Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Roadmap
  • Researches Area
    • Modern Enterprise and Software Engineering Methodology (MESEM)
    • Technology Enhanced Learning and Optimization (TELO)
    • Cloud Adoption and Cognitive Application (CACA)
  • Articles
  • Videos
  • Researcher
  • Home
  • Articles

Presensi Event berbasis Digital yang mendukung Physical Distancing

  • Articles
  • 20 May 2020, 12.00
  • By :

Presensi pada Sebuah Event

Jika Anda sudah menghadiri sebuah event maka ada hal yang pasti dilakukan secara berkerumun, yakni presensi kedatangan. Peserta kegiatan yang hadir pada umumnya mendatangi meja registrasi kemudian melakukan presensi menggunakan kertas dan pulpen. Pada era COVID-19, hal tersebut tentu memiliki resiko dalam penularan virus dikarenakan :

  1. Penggunaan pulpen bergantian yang memungkinkan penularan droplet virus
  2. Antrian yang padat membuat physical distancing sulit dilakukan
  3. Keterlibatan percakapan antara penerima presensi dan juga peserta kegiatan yang mengecek kebenaran pendaftaran peserta

Salah satu upaya untuk melakukan presensi yang mendukung phycial distancing adalah dengan mengeliminasi aspek tanda tangan dan memfasilitasinya melalui teknologi. Pada pengembangan produk kali ini dikembangkan sistem presensi kehadiran kegiatan berbasis digital yang mendukung Physical Distancing.

Presensi Digital untuk Event

Presensi digital yang dikembangkan dirancang untuk kegiatan komunitas. Semisal workshop, seminar, konfrensi atau yang lain. Presensi digital pada aplikasi ini bertujuan memudahkan proses presensi kehadiran sehingga tidak melibatkan manusia. Dengan solusi ini presensi dapat dilakukan dengan cara Swalayan. Secara sederhana proses presensi digital event adalah sebagai berikut:

  1. Peserta mendaftarkan diri melalui sistem online / web
  2. Peserta akan menerima informasi berupa QR code
  3. Peserta akan hadir diacara dengan membawa QR Code di ponselnya
  4. Peserta menunjukkan QR Codes pada laptop yang tersedia
  5. QR codes yang terbaca akan merekam dan menganggap peserta masuk

 

Memang terkesan biasa tetapi apa yang menarik di produk ini adalah

  1. Konfirmasi kehadiran menjadi lebih mudah dan mendukung physical distancing karena tidak melibatkan penerima tamu
  2. Menghindari antrian panjang dikarenakan tidak perlu mengambil pulpen dan juga tanda tangan manual
  3. Rekap presensi akan mudah karena terekam dalam sistem
  4. Tidak terdapat kontak fisik atau pertukaran barang yang digunakan bersama seperti pulpen
  5. Penggunaan perangkat yang umum seperti kamera pada laptop sudah mencukupi tidak perlu menyiapkan pembaca QR khusus

Presensi digital masa depan Seperti Apa?

Lalu bagaimana presensi digital masa depan yang akan dikembangkan dari aplikasi ini. Berbagai skenario dapat dilakukan semisal

  1. Mengintegrasikan presensi dengan vending machine berbasis IOT untuk memfasilitasi pemberian merchandise
  2. Mengintegrasikan presensi dengan sistem survei terintegrasi untuk umpan balik aplikasi
  3. Mengintegrasikan presensi untuk kegiatan pertemuan online seperti integrasinya dengan Microsoft Teams, Youtube Stream, dan yang lain
  4. Mengintegrasikan sistem presensi berbasis konteks seperti menggunakan multi-factor authentication, lokasi GPS, dan challenge codes.
  5. Mengintegrasikan presensi dengan dashboard kehadiran dan komentar media sosial

 

Penulis

Ridi Ferdiana

Pengembang

Muhammad Harits Faishal

Tahun

2019

Tags: academic aplikasi physical distancing presensi

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Related Posts

CloudEx Monthly Meetup – January – Research Method

Videos Tuesday, 28 September 2021

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=X2NDIva9a2k[/embedyt]

Pada meetup edisi Januari 2021, dibahas serba-serbi mengenai metode penelitian.

 

 

.

Requirements Elicitation Framework untuk Aplikasi Pembelajaran Anak

Articles Thursday, 18 February 2021

  Requirements elicitation (RE) adalah merupakan tahapan awal dalam requirements engineering dan merupakan tahapan krusial[1], [2], [3]. Kegagalan dalam RE sering terjadi karena masalah komunikasi dan kesalahan dalam memilih teknik elisitasi yang sesuai[4].

Prediksi Keberhasilan Mahasiswa Bisakah?

Articles Monday, 20 July 2020

Berhasil dari sudut pandang data

Bukanlah sesuatu yang mudah diprediksi mahasiswa di kampus.

Otomasi Laporan Pajak Penelitian

Articles Wednesday, 8 July 2020

Pajak dimata Peneliti

Setiap warga negara yang berkomitmen memajukan negara, pasti patuh dan mentaati aturan negera termasuk didalamnya membayar pajak.

Universitas Gadjah Mada

CLOUD EXPERIENCE RESEARCH GROUP

Department of Electrical Engineering & Information Technology

Faculty of Engineering 

Universitas Gadjah Mada

 

Jl. Grafika No.2 Sinduadi, Mlati, Sleman

Daerah Istimewa Yogyakarta 55281, Indonesia

+ 62 123 456 789

cloudex@yeah.com

© Universitas Gadjah Mada