• UGM
  • IT Center
Universitas Gadjah Mada Cloud Experience Research Group
Department of Electrical Engineering & Information Technology
Faculty of Engineering Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Roadmap
  • Researches Area
    • Modern Enterprise and Software Engineering Methodology (MESEM)
    • Technology Enhanced Learning and Optimization (TELO)
    • Cloud Adoption and Cognitive Application (CACA)
  • Articles
  • Videos
  • Researcher
  • Home
  • Articles

Ardiansyah Sharing – CloudEx Monthly Meeting – December 2022

  • Articles, Videos
  • 29 December 2022, 05.39
  • By :

Estimasi effort merupakan salah satu aktivitas penting dalam perencanaan sebuah proyek pengembangan perangkat lunak. Use Case Point (UCP) termasuk salah satu kerangka kerja estimasi effort perangkat lunak yang cocok untuk diterapkan pada pengembangan perangkat lunak dengan menggunakan paradigma berorientasi objek. Elemen – elemen di dalam UCP disusun berdasarkan kebutuhan fungsional yang dimodelkan menggunakan diagram use case. Salah satu elemen terpenting adalah pembobotan kompleksitas use case yang berfungsi sebagai salah satu parameter untuk menentukan unadjusted use case point (UUCP). Tetapi dalam proses pembobotannya terdapat kelemahan penggunaan nilai bobot yang tidak proporsional atau abrupt dan bersifat discontinuous. Sehingga digunakanlah pendekatan logika fuzzy untuk perubahan bobot kompleksitas discontinuous menjadi continuous karena lebih leluasa menentukan bobot kompleksitas use case yang tepat, dan diharapkan bisa meningkatkan performa akurasi UCP secara keseluruhan. 

Salah satu cara penentuan parameternya dengan menggunakan algoritma optimasi metaheuristik – Particle Swarm Optimization (PSO). Terdapat beberapa keunggulan dalam penggunaannya antara lain: 

  1. Mudah diimplementasikan
  2. Parameter-parameter yang dibutuhkan mudah untuk disesuaikan (tuned)
  3. Efektif dalam menemukan solusi optimum global
  4. Cepat Konvergen
  5. Andal
  6. Kemampuan eksplorasi yang kuat

Namun, setiap algoritmanya tetap memiliki kekurangan masing-masing seperti mudah terjebak pada optimum lokal, lemah dalam pencarian solusi global, dan bahkan konvergennya masih prematur. Kerangka kerja UCP dihitung berdasarkan dua parameter yaitu size dan productivity factor (PF). Prosesnya merefleksikan tingkat produktivitas dalam penyelesaian proyek dengan penggunaan PF statis yang mudah dan cepat digunakan. Walaupun begitu, tetapi masih terdapat masalah ketidakpastian karena nilai tersebut sepenuhnya ditentukan oleh pakar, bukan berdasarkan pada histori proyek yang sudah ada sehingga tidak langsung turut mempengaruhi performa. Oleh karena itu, penentuan PF dapat terlaksana secara fleksibel, dinamis, adaptif  dengan karakteristik proyek dan adjustable maka tentu bisa memberikan performa akurasi yang menjanjikan dalam proses pengusulan kerangka kerjanya. 

Silahkan simak video berikut.

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Related Posts

Memahami Deteksi DDoS di Edge Devices

Articles Wednesday, 27 May 2026

Artikel “Adaptive Deep Reinforcement Learning: A Novel Framework for DDoS Detection on Resource-Constrained Edge Devices” membahas tantangan utama dalam deteksi serangan DDoS pada lingkungan IoT, terutama karena sifat perangkat IoT yang terbatas sumber daya dan pola trafik yang sangat dinamis.

Masa Depan HPC di Era Quantum Computing dan AI

Articles Wednesday, 29 April 2026

Latar Belakang

High-Performance Computing (HPC) adalah penggunaan superkomputer dan kluster komputer untuk menyelesaikan masalah komputasi kompleks di bidang sains, teknik, dan matematika.

Memahami Bagaimana Keterbacaan Kode di Mata AI

Articles Wednesday, 29 April 2026

Latar Belakang

Code search adalah kemampuan kritis dalam pengembangan perangkat lunak modern yang mendukung penggunaan ulang kode, pemahaman, dan pemeliharaan sistem. Metode pencarian berbasis leksikal seperti BM25 telah terbukti menjadi baseline yang kuat dalam berbagai tugas code search.

Kapan Kerja Sendiri dan Kapan Kerja Bersama Kajian Pair Programming di Dunia Global

Articles Wednesday, 29 April 2026

Latar Belakang 

Pair programming adalah salah satu praktik dalam Extreme Programming (XP) di mana dua orang berkolaborasi menulis kode menggunakan satu layar dan satu keyboard.

Universitas Gadjah Mada

CLOUD EXPERIENCE RESEARCH GROUP

Department of Electrical Engineering & Information Technology

Faculty of Engineering 

Universitas Gadjah Mada

 

Jl. Grafika No.2 Sinduadi, Mlati, Sleman

Daerah Istimewa Yogyakarta 55281, Indonesia

+ 62 123 456 789

cloudex@yeah.com

© Universitas Gadjah Mada