• UGM
  • IT Center
Universitas Gadjah Mada Cloud Experience Research Group
Department of Electrical Engineering & Information Technology
Faculty of Engineering Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Roadmap
  • Researches Area
    • Modern Enterprise and Software Engineering Methodology (MESEM)
    • Technology Enhanced Learning and Optimization (TELO)
    • Cloud Adoption and Cognitive Application (CACA)
  • Articles
  • Videos
  • Researcher
  • Home
  • Articles

Pengembangan Sistem Presensi Berbasis QR Code

  • Articles
  • 28 May 2019, 13.29
  • By :

Presensi dalam dunia pendidikan tentunya tidak bisa dilepaskan. Setiap kelas, setiap perkuliahan menggunakannya untuk melakukan pendataan siswa. Siswa dicatat dalam presensi setiap harinya baik yang hadir, sakit, izin atau tidak hadir tanpa keterangan.

Penggunaan presensi dalam sekolah atau kuliah saat ini, kebanyakan, masih menggunakan kertas. Guru akan mencatat kehadiran siswa pada selembar kelas, menanyakan apakah ada yang sakit atau izin setiap harinya. Pada dunia perkuliahan, mahasiswa akan diminta untuk tanda tangan atau paraf pada selembar kertas sesuai dengan perkuliahan yang diikutinya.

Presensi model tersebut banyak kekurangannya. Secara umum, penggunaan kertas tidaklah praktis. Pencarian dan penghitungan kehadiran perlu dilakukan secara manual, selain itu kertas yang menumpuk akan memenuhi gudang. Belum lagi, kalau pada presensi perkuliahan, ada yang melakukan kecurangan berupa titip absen.

Perkembangan teknologi bisa digunakan untuk mempermudah proses presensi ini. Kami merancang sebuah sistem yang dapat diadopsi oleh institusi pendidikan pada khususnya yang memudahkan dalam proses presensi siswa. Pendekatan teknologi ini dilakukan karena pada saat ini memang sudah dimungkinkan. Hal ini ditandai dengan tersedianya koneksi internet untuk tiap institusi pendidikan, serta yang saat ini hampir seluruh siswa mempunyai perangkat seperti ponsel pintar atau komputer.

Kemudian, dikembangkan sebuah sistem yang dapat memudahkan dalam presensi ini. Beberapa perhatian utamanya adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana pengguna mengakses sistem ini?
  2. Bagaimana pengguna melakukan presensi?
  3. Bagaimana sistem mengetahui pengguna yang melakukan presensi?

Pertama, pengguna akan mengakses sistem dengan menggunakan web. Web adalah media aplikasi yang banyak digunakan oleh user. Tidak perlu menginstal aplikasi di ponsel, hanya tinggal mengakses alamat tautan yang dimaksud. Aplikasi ini disesuaikan dengan penggunanya. Saat aplikasi dibuka oleh mahasiswa, maka tampilan akan disesuaikan dengan kebutuhannya, melakukan presensi. Sedangkan saat dibuka oleh staf akademik, untuk mengelola kelas dan presensi akan disesuaikan.

Kedua, pengguna yaitu siswa atau mahasiswa menggunakan QR Code untuk melakukan presensi. QR Code saat ini sudah secara umum digunakan khususnya untuk pembayaran. Sehingga secara keamanan dan kemudahan QR Code ini sudah teruji dan mudah digunakan. QR Code merupakan singkatan dari Quick Response Code.

Ketiga, sebelum melakukan presensi, pengguna dapat melakukan login terlebih dahulu. Untuk saat ini, dipilih Office365 sebagai sarana untuk melakukan login karena mendukung Single Sign On. Setiap siswa akan mempunyai satu akun pengguna yang sesuai dengan institusinya.

Alurnya sesuai dengan yang digambarkan pada diagram di atas. Pertama, staf akademik akan membuat kelas. Setiap sesi kelas mempunyai QR Code. Staf akademik dapat mencetak QR Code tersebut untuk ditampilkan saat sesi kuliah berlangsung. Kedua, pengguna berupa mahasiswa saat berada di kelas dapat membuka web presensi. Mahasiswa login menggunakan akun akademisnya. Kemudian, mahasiswa melakukan scanning QR Code yang ditampilkan di sesi kelas. Saat berhasil, mahasiswa sudah tercatat hadir dalam presensi. Terakhir, staf akademik dapat melihat hasil presensi pada halaman admin di web.

Meskipun sistem presensi ini dapat mempermudah proses. Sistem ini tentunya masih banyak kekurangan. Masih perlu peningkatan di segala sisinya.

 

 

 

Related Posts

Paper Publikasi Cloud Experience – Update Juli 2025

Articles Monday, 4 August 2025

Berikut beberapa paper yang sudah berhasil dipublikasikan pada Juli 2025:

Exploring Innovative Approaches for Software Development Risk Assessment and Management

Setya Uswatun Hasanah, Paulus Insap Santosa, dan Ridi Ferdiana

DOI: 10.1109/ICITISEE63424.2024.10730152

The success of software development projects is significantly impacted by various risk factors, both predictable and unpredictable.

Tips Menyusun Perumusan Masalah Yang Benar di Bidang Teknik

Articles Monday, 27 January 2025

Pada saat menguji disertasi atau tesis, salah satu hal yang menjadi salah satu isu dalam diskusi akademis adalah terkait dengan masalah penelitian. Tidak dipungkiri masalah penelitian disusun kurang tepat.

Software Engineering Research Roadmap for 2025

Articles Friday, 27 December 2024

Artikel ini tersedia roadmap penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan arah penelitian yang akan memengaruhi lanskap software dalam masa mendatang. Roadmap ini disusun berdasarkan tren teknologi terkini, kebutuhan industri serta tantangan yang dihadapi oleh para praktisi dan peneliti.

Deteksi Pornografi dengan Gelombang Otak

Articles Sunday, 27 October 2024

Judul Paper: EEG Signal Analysis In Detecting Pornography Addiction

Penulis: Muhammad Gilang Pratama, Noor Akhmad Setiawan, Ridi Ferdiana

Abstrak:

Perkembangan pesat dalam teknologi digital sangat memengaruhi perilaku adiktif, termasuk kecanduan pornografi.

Universitas Gadjah Mada

CLOUD EXPERIENCE RESEARCH GROUP

Department of Electrical Engineering & Information Technology

Faculty of Engineering 

Universitas Gadjah Mada

 

Jl. Grafika No.2 Sinduadi, Mlati, Sleman

Daerah Istimewa Yogyakarta 55281, Indonesia

+ 62 123 456 789

cloudex@yeah.com

© Universitas Gadjah Mada